Barbie Goceng 's Blog

Ketika Hidup Mengajarkanmu Banyak Hal …

This is My Creation in my first competition (BALITBANG Jakarta)

CAHAYA DI PAGI SUBUH

“Muhammad Rizky Firmansyah , dengan sangat terhormat kami persilahkan segera  menaiki podium untuk menerima penghargaan dari bapak kepala sekolah .“ Suara MC bergemuruh memenuhi tiap sudut gedung membuatku menjadi pusat perhatian seluruh siswa SMA Negeri 7 Sukabumi . ada rasa malu berselimut bangga yang menyeruak membuat tubuh ini bergetar tanpa bisa dibendung namun campur senang. Sebelumnya ,  aku tidak pernah menyangka akan seperti ini . Hingga akhirnya MC memanggil namaku untuk yang kedua kalinya . “Alhamdulillah yaallah “ bisikku dalam hati .

Segera aku bangkit dari tempat dudukku . Masih terasa aku berada di alam bawah sadar . Pak kepala sekolah dengan senyum bangga memberikanku sebuah piagam penghargaan beserta sebuah plakat emas yang sangat bagus. Tanganku bergetar menerima penghargaan itu . Aku merasa belum  pantas menerima ini . Dari podium aku melihat seorang wanita tua . Matanya terlihat berkaca-kaca . Aku ingin segera turun dari podium ini dan segera memeluknya .

“Rizky , nanti tolong setelah turun dari podium bapak ingin berbicara dengamu ya nak ikuti bapak nanti “ Pak Kepala Sekolah berbisik ketika bersalaman denganku . “iya pak “ aku mengangguk setuju.

Aku mengekor di belakang Pak kepala setelah turun dari podium tadi . Aku segera memasuki ruangan yang sudah ada dua orang pria yang memakai baju dinas. Yang satu menggunakan kacamata plus yang sangat tebal . Sepintas terlihat orang ini pasti sangat pintar . Wajahnya putih bersih dan usianya sekitar 41 tahun . Sementara pria satu lagi berbadan tegap , serta wajahnya yang begitu sangar . Terlihat seperti PasPamPres yang biasa aku lihat di tv .

Pak kepala segera memberiku isyarat untuk memberi salam kepada mereka berdua . Dengan sedikit membungkuk aku segera menyalami dua orang yang terlihat asing bagiku . Bapak yang berkacamata itu mengelus kepalaku seperti muridnya sendiri. Dia menyebutkan nama . Namanya Muslihin solehudin .dan ia minta di panggil pak muslih saja. dan disampingnya, bernama pak Badrun sebagai pengawal pribadi dari pak muslih itu sendiri . “iya , sini duduk dekat saya nak “ bapak berkacamata itu membuka pembicaraan dengan ramah . Akupun tidak sungkan untuk duduk disampingnya .

“Silahkan ke intinya saja pak , mumpung anaknya di sini “ pak kepala nyengir sumringah  seperti tidak sabar ingin segera mengetahui kabar .

“begini jang , bapak mendapat laporan dari berbagai sumber  kalo kamu itu memiliki banyak bakat yang telah membawa nama baik provinsi kita menjadi sangat baik . kamu menjuarai berbagi macam lomba tingkat nasional  . kamu mendapat juara sebagi siswa SMA teladan tingkat internasional , juara 1 Hafiz AL-Quran di Kairo, mesir . Itu sungguh menakjubkan . Kami atas nama pemerintah sangat bangga memiliki putra daerah seperti kamu . Disini , saya sebagai Asisten gubernur jawa barat ditugaskan turun langsung menemui kamu . Untuk menawari kamu beberapa perguruan tinggi negeri yang kamu inginkan . Tinggal pilih saja tanpa test dan semua biaya di tanggung oleh pemerintah daerah Provinsi “ . Pak Muslih menjelaskan panjang lebar .

Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh pak Muslih , rasanya aku seperti terbang sekejap ke surga. Aku masih tidak percaya mendapatkan kepercayaan yang sangat luar biasa . Aku tidak pernah berpikir sebelumnya bahwa aku akan mendapat penawaran seperti ini . Aku segera cubit lenganku dan aku tidak sedang bermimpi. Subhanallah , Alhmadulillah . aku segera sebut asma Allah sebagi tanda syukurku yang sangat luar biasa .

“masuk perguruan tinggi negeri yang saya inginkan pak ? dimanapun itu pak?” aku menelan ludah tidak percaya .

“tentu saja nak , kamu boleh pilih dimanapun kamu mau . kira-kira apa sudah terpikirkan olehmu nak ?” pak muslih benar-benar meyakinkanku .

“hmm “ aku ragu .

wah , tentu saja kamu boleh memikirkan matang-matang terlebih dahulu . Tidak harus sekarang kamu member tahu jawabannya . Pikirkan yang terbaik untuk masa depanmu . Saya yakin kamu pasti memilih yang kelak akan sangat berguna untuk semua  . Saya ingin sekali bertemu dengan orang tuamu . pasti orang tuamu adalah orang yang sangat berpendidikan sehingga menghasilkan putra yang prestatif seperti ini “

Mendengar kata orang tua rasanya telingaku seperti dibakar oleh ribuan mercon. orang tua ? kata orang tua merasuk kedalam setiap detak jantungku , mengalir kedalam setiap aliran darahku . Aku terdiam sejenak . Mataku perih , tanganku bergetar . Aku tidak  memperhatikan apa yang dibicarakan oleh pak kepala dan pak Muslih . Aku paksakan sapukan senyumanku kepada bapak-bapak yang ada diruangan ini. Untunglah , mereka tidak menangkap sinyal emosi kediamanku daritadi . Mereka mengobrol panjang lebar. Sebelum pak muslih pamit , Ia minta aku segera mengabarkan keputusanku seatu minggu setelah kabar ini . Pak muslih baik .D ia sosok seorang ayah yang bijaksana . Aku senang ketika kepalaku dielus olehnya . Aku merasakan separti meliki ayah seperti dia . Ayah ? Buanglah harapan itu . Tidak akan pernah ada sosok ayah dalam hidupku .

Aku segera kembali ke tempat duduk semulaku . Berada ditengah-tengah kembali peserta wisuda dan para orang tua . Aku segera menghampiri seorang wanita yang ketika aku berada di podium ia hanya menatapku haru . Dia adalah wanita paling berharga yang pernah aku temui . yaitu, Emak . Aku memanggilnya dengan sebutan Emak . Emak adalah nenek dari ibuku . Umurnya sekitar 56 tahun dengan baju kebaya terbaik yang ia punya . Untuk menghadiri wisuda cucu satu-satunya. Kebayanya terlihat sudah lusuh . Ingin aku membelikan kebaya baru untuknya . tapi, aku sendiri belum punya penghasilan sendiri . Emak adalah satu-satunya wanita yang paling aku sayangi di dunia ini . di dunia ini aku hanya mempunyai Emak . Selama 17 tahun , aku tidak pernah bertemu dengan orang tuaku . Aku hanya diasuh oleh Emak , selama ini aku hanya mendengar cerita tentang orangtuaku dari Emak . Kami tinggal di sebuah kampung kecil di kawasan Sukabumi , Jawa barat  . Kami tinggal di sebuah rumah tradisional . Istilah dari bahasa sundanya rumah panggung. Lantai serta dindingnya masih beralaskan bilik bambu . Tidak dicat sama sekali . di kolong rumah kami , Emak memelihara beberapa itik dan ayam . di depan rumah kami , ada sekotak kebun sisa peninggalan kakek yang ditanami Emak bibit kacang panjang . Dari situlah kami makan mendapatkan uang untuk makan sehari-hari .

“mak , hayu kita pulang . nanti Rizky cerita banyak dirumah mak  “ aku memegang tangan Emak yang sudah mulai peyot . Emak yang kaget melihat tiba-tiba aku sudah dibelakangnya .

“Rizky mah ngagetin aja nih . Emak pikir kamu kemana . hayu atuh yuk . “Emak bangkit dari duduknya segera menggamit lenganku. Kami keluar dari gedung tempat sekolahku mengadakan wisuda sekolah . Kami mencari angkot jurusan Kp.lebak – Bhayangkara .

Sepanjang perjalanan kami hanya sibuk dengan penglihatan masing-masing .

Aku memperhatikan hamparan sawah yang luas . di tengah-tengahnya banyak petani yang sibuk dengan kegiatan berekebunnya. Dari kejauhan aku memperhatikan seorang anak kecil tanpa beban mengambil hasil panen orangtuanya . Aku tersenyum mengenang masa laluku seperti itu . Dulu , ketika usiaku sekecil itu aku pergi sekolah dasar sambil berjualan gorengan buatan Emak . Alhamdulillah teman-teman dan guru-guruku  menyukai gorengan  buatan Emak . Sejak SD aku tidak diberi uang jajan seperti teman-teman yang lain . Jika aku lapar , aku hanya memakan gorengan buatan Emak . Cukup untuk mengganjal perutku yang kelaparan . Sepulang sekolah , aku harus membantu Emak masuk ke kolong rumah untuk memberi makan bebek-bebek serta ayam-ayam peliharaan Emak . Jika musim panen tiba , kacang panjang yang Emak tanam terlihat hasilnya . Semenjak shubuh kami sudah siap-siap memanen kacang panjang . dan jika sudah selesai, tugasku untuk mengangkut semua kacang panjang hasil panen Emak ke pengepul di pasar . Karena letak pasar lumayan jauh , aku ikut dengan mobil bak mang ade yang juga penjual sayuran di pasar . Dulu , satu kilo kacang panjang hanya dihargai lima ratus rupiah . dan aku hanya membawa 8 kilo kacang panjang . Jadi , aku hanya mendapatkan empat ribu rupiah . Itu hanya cukup untuk membeli 10 liter beras . untuk makan kami sehari-hari . Memang  semenjak kakek meninggal , keadaan ekonomi kami menjadi sangat lemah . Uang pensiun kakek sebagai pegawai di kantor desa hanya cukup untuk biayaku sekolah . Itupun dibantu oleh haji Qodrat . Satu-satunya haji di kampungku  yang memiliki pesantren untuk anak-anak kampung . Dari pesantren haji Qodrat itulah aku setiap malam dari mulai pukul 7 hingga 10 malam , aku mengaji Al-quran hingga akhirnya aku hafiz quranku sewaktu aku duduk di kelas 2 MTs.  Aku sendiri tidak pernah menyangka , sewaktu aku MTs aku mengikuti lomba-lomba mengaji dari tingkat RT . Hingga akhir puncaknya , kelas 1 SMA aku lolos di tingkat nasional dan untuk pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di negeri yang tidak pernah aku kenal sebelumnya . Aku sangat bersyukur semuanya berkat usahaku dan doa Emak yang tidak pernah tertinggal . Hingga aku seperti ini sekarang .

Aku melihat Emak disampingku yang sudah tua , kerudungnya yang sudah tidak cerah lagi . Kerudung yang aku belikan untuk Emak sebagai oleh-olehku dari Mesir. Aku teteskan air mata menatap Emak , Masih dalam perjalananku menuju rumah  . Emak menoleh kearahku . Dia tersenyum sangat indah seperti bidadari surga . diusapnya kepalaku .

Sesampai di rumah , aku segera menyiapkan teh manis hangat untuk emak . karena biasanya emak jika setelah menempuh perjalanan yang harus menggunakan angkutan umum , penyakit tuanya sering kumat . Aku pandang wajahnya dalam-dalam . Kerutan-kerutan di wajahnya serta giginya yang jika tertawa terlihat ompong di bagian depannya, membuatku gemes melihat Emak.

Aku mulai bercerita tentang semua pembicaraan yang aku bicarakan dengan pak Kepala sekolah serta pak Muslih , Asisten pak Gubernur . Aku melihat Emak  bibirnya tidak berhenti mengucap syukur setelah mendengar penawaran itu . Emak tersenyum lebar , matanya berkaca-kaca . seperti ingin menangis . Tapi , dari pembicaraan tadi , masih ada yang mengganjal di pikiranku . “Emak, tadi pak Muslih bertanya tentang orang tua Rizky mak “ aku menjelaskan.

“lalu , apa yang kamu jawab ? kamu kan anak Emak . Kamu satu-satunya yang Emak punya . “ jawab Emak yakin

Aku tersenyum mendengar jawaban Emak . padahal aku tahu , aku hanya cucu Emak . Sebegitukah Emak membenci ibuku ? Tidak usah ditanya . Karena , dihati kecilku-pun aku membenci ibuku . Selama 17 tahun aku tidak pernah bertemu dengan ibuku . Menurut cerita ceu Isah TKW yang juga berangkat bersama ibuku , ibu menjadi TKW di Kuwait . dan disana ibu menikah lagi dengan majikannya sendiri . Bahkan demi kekayaan , ibu rela berpindah keyakinan dan meniggalkan semua kenagannya di tanah air . Sangat memalukan memiliki ibu seperti itu . Pernah ketika aku berumur 6 tahun , almarhum kakek menelepon ibu . dan ternyata ibu hanya memaki-maki kami . Ia bilang jangan pernah menganggap dia keluarga lagi . Padahal , untuk meneleponnya kami harus bersepeda selama berjam-jam menuju pusat kota . Karena , dulu di kampung kami belum ada yang memiliki telepon . Aku rela duduk dibelakang kakek dan perutku di ikatkan menggunakan kain panjang agar aku tidak jatuh . Tapi , ternyata ibu sama sekali tidak menyambut salam kami . Malah disambut dengan kata-kata kasar . Semenjak kejadian itu , aku sangat sakit hati . Dan bertekad , untuk tidak akan pernah mengenal ibuku lagi . Lebih kasihan lagi Emak dan kakek , anak satu-satunya-pun menghianatinya seperti itu . Akhirnya tumbuhlah benih kebencian abadi untuk ibuku .

Sama seperti ayahku , aku juga tidak pernah bertemu dengannya seumur hidupku .Ternyata , ayahku adalah seorang penduduk pendatang yang dulu tinggal di kota sebelah dan sebagai pekerja di proyek pembuatan jalan. Ibu dan ayahku bertemu hingga akhirnya menikah . Namun , ketika ibuku hamil ayahku harus pulang kedaerah asalnya di pulau Sulawesi . Ayahku berjanji akan kembali kepada ibuku .Setelah aku lahir ayahku tidak pernah muncul lagi . Sehingga ibu putus asa dan nekat menjadi TKW di Kuwait . dan aku dititipkan pada Emak dan kakekku . Aku tidak berniat untuk mencari ayahku . Sudah cukuplah aku sakit hati dengan kelakuan mereka . Aku sudah memiliki Emak yang berperan penting dalam hidupku .

“Ky , cepet solat dulu . jangan banyak ngelamun dong. masa calon insinyur ngelamun .“candaan Emak mengaggetkanku dari lamunan panjangku .

“hehe Emak bisa aja nih “ aku segera bangkit menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu .

Setelah salat ashar , aku menyusul Emak yang sudah berada di diapan belakang yang langsung menghadap kebun . Aku segera mencium tangan Emak yang sudah keriput dan kasar . Namun , masih terasa lembut jika menyentuh pipiku . Aku melihat , Emak sore ini sangat cerah sekali wajahnya . Tangannya hangat , tatapannya kosong . Aku segera menanyakan pendapat Emak tentang tempat kuliahku nanti . Emak ingin aku menjadi seorang insinyur . Padahal Emak sendiri kurang mengerti tentang insinyur.Yang Emak tahu insinyur adalah orang yang membangun gedung-gedung tinggi yang biasa Emak lihat di film . Kebetulan , memang dari dulu aku ingin sekali masuk teknik sipil ITB. Akupun ingin menjadi insinyur seperti ayahku . Seperti yang diceritakan almarhum kakek dulu. Aku sekali lagi meminta restu dari Emak . Emak mengelus rambutku . Dia bangkit dari duduknya pergi ke dapur dan membawakanku neglasari , cemilan kesukaanku.Sore ini kami bercerita banyak . Kami tertawa apalagi melihat Emak yang jika tertawa gigi ompongnya terlihat , seperti anak bayi . Sore ini terasa sangat berbeda . Sore kami kali ini ditemani lembayung merah .

“emak , besok pagi Rizky akan pergi menemui pak kepala sekolah . Rizky ingin memberitahu keputusan Rizky ya mak “aku menceritakan rencana kepergianku besok .

“iya nak . kalau kamu nati sudah kuliah . kamu jangan lupa tetap salat malam . jangan sombong . jika suatu saat nanti kamu sudah sukses, bantulah orang-orang yang sedang kesusahan . Jangan kamu menampakan dirimu orang yang berada .bersiakpalah sedehana. namun , jika orang lain membutuhkan bantuanmu , kamu harus siap . “ Kata-kata yang meluncur dari mulut Emak menggetarkan seluruh tubuhku . mencairkan air mataku . aku memeluk Emak se erat-eratnya aku bisa . kami melewati hari indah sore ini.

Subuh sekali aku sudah siap dengan sepedaku untuk berangkat ke sekolah . Emak telah menyiapkan sarapan kesukaanku yaitu tutug uyah . nasi yang sudah ditumbuk denagn dicampur kencur dan garam . sekitar pukul setengah enam pagi aku sudah siap berangkat  . Emak seperti biasa mengantar kepergianku setiap pagi .aku mencium tangannya , tangan Emak se subuh ini sudah hangat saja . dia membelai rambutku sekali lagi . aku segera mengayuh sepedaku . ketika aku menoleh ke belakang , Emak melambaikan tangannya. bismillah

Setelah urusan di sekolah selesai aku melaju ke pasar . untuk membeli ikan bandeng kesukaan Emak . aku ingin membelikannya untuk Emak . kebetulan aku baru mendapatkan uang dari sekolah . sepanjang perjalanan , aku ingin cepat samapi . Emak pasti sangat senang aku bawakan ikan kesukaanya.

“Rizky , Rizky , Emak ki !! “ suara mang ade dari kejauhan menghentikan kayuhan sepedaku .

“ada apa mang ? ada apa dengan Emak “ aku panik

“Emak ki , jatuh di kamar mandi . tadi Ceu ikah nemuin Emak udah pinsan di kamar mandi . sekarang udah dibawa ke puskesmas“ mang ade mengisyaratkanku agar cepat pergi ke puskesmas . Aku segera meluncur ke puskesmas . disana sudah ada banyak sekali orang . Semua matanya tertuju kepadaku .

“mana Emak ? di mana ?” aku bertanya kepada seluruh orang yang kutemui di puskesmas . semua orang menggeleng . Entah menggeleng karena tidak tahu atau arti lain .

Akhirnya ,  Kabar itu datang . seolah dunia runtuh karena kabar itu . aku merasakan waktu berhenti sekejap . apakah dunia sekejam ini ? aku belum siap untuk kehilangan orang yang aku sayang lagi . kehilangan untuk selamanya . masih terbayang kemarin sore kami tertawa bersama . masih terbayang di benakku , giginya yang ompong ketika sedang nyengir kemarin . Aku masih merasakn hangat tangannya ketika kau menciumnya tadi pagi . Aku lemah tanpamu mak . Aku sekarang benar-benar sebatang kara . masih kemarin sore Emak ingin melihatku menjadi seorang insinyur .Kepada siapa lagi aku meminta dibuatkan cemilan kesukaanku  ya tuhan , kenapa Engkau ambil dia sekarang ? disaat aku belum sempat membelikan kebaya baru untuknya . bahkan disaat kami belum sempat menikmati ikan bandeng kesukaannya.

Empat  tahun kemudian..

Gundukan tanah merah itu selalu basah . diatasnya bertabur bunga . aku melangkah menuju makam Emak . kuusap nisan yang sudah mulai berlumut , aku bersihkan daun-daun kering yang berada disekitar makam .

“Emak, lihat . aku sudah menjadi insinyur seperti yang Emak inginkan . aku baru saja wisuda mak , biasanya dulu setiap aku wisuda Emak selalu ada . tapi sekarang , aku hanya sendirian mak . aku ingin makan neglasari buatan Emak lagi . aku ingin sarapan dengan tutug uyah buatan Emak lagi . aku masih ingin melihat gigi ompong Emak lagi . sekali saja “ aku menangis sesenggukan dihadapan Emak .

~END~

I still learn how to be good writer

I just an Ordinary Girl. :))

I say Thankyou for Mr. Thaha khaled (FKM UI) had Edited my short story :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: