Barbie Goceng 's Blog

Ketika Hidup Mengajarkanmu Banyak Hal …

Sepotong cerita hidup~ pengalaman bekerja sebagai caregiver untuk ODGJ

Assalamualaikum, selamat malam..
Aku ingin menulis potongan hidupku selama 2 tahun ke belakang. Ini part 1.
Baiklah..
Kala itu sekitar bulan agustus 2015 merupakan masa-masa bebas setelah sidang karya ilmiah akhir serta revisi dan segala tetek bengeknya.

Tak seperti orang kebanyakan yang masih menikmati masa pengangguran menjelang wisuda. Ambisiku kala itu adalah ingin bekerja sebelum wisuda. Segera ku-apply untuk beberapa posisi, tetap aku prioritaskan meng-apply yang sesuai dengan jurusanku. Beberapa mendapat telepon panggilan di salah satu bank, perusahaan ekspor impor, dan apalagi lupa. Tapi mengingat jobdesk yang jauh sekali dengan jurusan membuatku berpikir ulang untuk mengambil kesempatan-kesempatan tadi.

Mulai PART 1 : 2 minggu sebelum wisuda, aku sengaja menghungi kakak kelas semasa kuliah berharap ada lowongan ditempatnya bekerja. Dia menawarkan pekerjaan di salah satu institusi untuk rehabilitasi para pemakai dan pecandu narkoba.

Kecerobohanku kala itu, menyetujui saja tanpa berpikir ulang. Yang penting kerjalah. Tak butuh waktu lama, langsung bekerja. 4 hari aku bekerja fulltime, mengikuti jadwal asrama. Sebenarnya pekerjaannya enteng saja, kala itu hanya ada 1 orang klien dengan latar belakang pramugari dan mengalami gangguan kejiwaan.

Lantas Apa tugasku? Sebagai orang baru di tempat kerja, aku jelas shock. Belum ada training sama sekali, seniorku saat itu sedang ada pelatihan, jadilah aku lebih jadi baby sitter sekaligus teman klienku. Bisa dibayangkan, aku ditempatkan sekamar dengan klienku. Otomatis membuatku harus terjaga 24 jam. Takut-takut dia kabur tengah malam dan memang terjadi, sekitar jam 1 malam tiba2 dia terbangun dan lari menuju gerbang, aku langsung segera menyusulnya dan membujuknya untuk kembali ke kamar. Dia berhalusinasi bahwa ibunya sudah menjemput dia harus segera pulang. Perlu usaha ekstra untuk mengajaknya ke kamar. Meskipun tak lama 2 jam kemudian dia lari ke gerbang lagi. Aku harus berlarian dari lantai 2 mengejarny ke gerbang. Bayangkan, tengah malam buta harus bolak balik mengejar klien. Belum lagi di kamar banyak nyamuk membuatku garuk2 seharian. Mana belum tidur sama sekali. Jangan ditanya siang-siang ada saja tingkahnya klienku itu.

Sebagai anak baru yang awam, aku benar-benar stres dibuatnya, pakai teori yang mana? Pakai ilmu yang mana selama kuliah untuk menghadapi ini? Yang pasti fokusku kala itu membangun trust building kepada klienku meskipun amat sulit dilakukan karena kondisi dia dengan riwayat paranoid akan selalu membuatnya berprasangka buruk kepada oranglain.

Padahal 24jam aku selalu bersama dia, hanya mandi saja yang tidak ditemani. Kurang apa cobaaa? Tapi dia masih aja lupa namaku 😂. Klienku ini cantiik sekali, tubuhnya tinggi semampai, kulitnya kuning langsat, dengan rambut pendeknya. Bayangkan dia mantan pramugari secantik apa dia tapi kasihan melihat kondisinya. Sering halusinasi dan paranoid. Aku benar2 sendirian menanganinya. Semestinya ada 2 orang caregiver tapi kami bergantian liburnya. Hari kerjaku sebenarnya hanya 3 atau 4 hari saja tapi ya itu, full 24 jam! Beberapa kali aku menangis dan stres. Ternyata dunia kerja Jauh dari ekspektasiku. Tahukah yang membuatku paling tidak kuat adalah lingkungan yang sedikit kotor penuh nyamuk dan kutu kasur, kulitku sensitif sekali menghadapi mereka hingga akhirnya aku menyerah. Aku benar-benar menyerah. Aku tidak mau lama lagi disitu. Syukurlah tak lama orangtua klienku menjemput dan akan merawatnya di rumah serta membawanya ke psikiater. Its better dibandingkan diasingkan dan jauh dari keluarga.

Berhubung klien perempuannya hanya dia saja aku bisa sedikit lebih bersantai ketika dia diajak pulang. aku juga ijin untuk pulang ke rumah beberapa hari. Kupikir untuk tidak meneruskan lagi bekerja disitu sebelum tanda tangan kontrak, secara administrasi aku masih belum resmi. Kebetulan sekali, aku mendapat panggilan dari salah satu yayasan yang aku apply. Aku mengapply di yayasan ini agak ngotot, gimana tidak ngotot aku kirim aplikasi lamaranku via email, via website, via wa dan via fb. Aku benar2 menanyakan keputusan aplikasi lamaranku. Hingga akhirnya dipanggil.. Nah part 1 selesaii dulu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: